KARANG BARU, ACEH TAMIANG — Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan kembali diwujudkan melalui kegiatan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri yang dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026, di bantaran Sungai Aceh Tamiang, Desa Suka Jadi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan yang dirangkai dengan apel gabungan dan aksi penanaman pohon bambu tersebut menjadi momentum bersama untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendukung proses pemulihan wilayah Aceh Tamiang setelah mengalami bencana banjir bandang pada tahun 2025.
Kegiatan diikuti oleh kader Partai Demokrat, jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Aceh Tamiang, anggota DPRK Aceh Tamiang, serta berbagai unsur masyarakat dan pemuda. Apel gabungan dipimpin oleh Ibu Nora Indah Nita, Anggota DPR Aceh, yang bertindak sebagai Pembina Apel.
Dalam arahannya, Nora Indah Nita menegaskan bahwa penanaman pohon bambu merupakan bagian dari upaya bersama untuk membantu memulihkan kondisi lingkungan di Kabupaten Aceh Tamiang. Menurutnya, penghijauan di kawasan bantaran sungai memiliki arti penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan membangun kembali kawasan yang terdampak bencana.
“Penanaman pohon bambu ini kita lakukan agar Tamiang segera pulih kembali dan lingkungan kembali terjaga keasriannya,” ujar Nora Indah Nita.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bibit bambu secara simbolis kepada perwakilan peserta. Bibit tersebut kemudian ditanam secara bersama-sama di sepanjang bantaran Sungai Aceh Tamiang.
Partisipasi STAI Aceh Tamiang dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendorong mahasiswa agar terlibat aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan. Keterlibatan mahasiswa tidak hanya diarahkan sebagai bentuk keikutsertaan dalam kegiatan eksternal, tetapi juga sebagai media pembelajaran kontekstual yang dapat membangun kepedulian sosial, tanggung jawab, gotong royong, dan kepemimpinan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua III STAI Aceh Tamiang, Dr. (c) Muhammad Jailani, S.Pd.I., S.Psi., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri.
Ia menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis karena mempertemukan unsur pemerintah, legislatif, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dalam satu gerakan bersama untuk menjaga lingkungan.
“STAI Aceh Tamiang tentu memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lingkungan merupakan bagian dari proses pendidikan karakter agar mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan di sekitarnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Muhammad Jailani menyampaikan bahwa STAI Aceh Tamiang membuka peluang untuk memperluas keterlibatan mahasiswa melalui program pengabdian kepada masyarakat. Program tersebut diharapkan dapat diarahkan untuk mendukung proses pemulihan wilayah yang terdampak banjir bandang sekaligus membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir bersama masyarakat, khususnya dalam situasi yang membutuhkan kolaborasi dan kepedulian bersama.
“Ke depan, mahasiswa STAI Aceh Tamiang dapat dilibatkan melalui program pengabdian kepada masyarakat. Kami ingin mahasiswa hadir tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk dalam upaya pemulihan lingkungan pascabencana,” tambahnya.
Gerakan Langit Biru Indonesia Asri menjadi salah satu contoh bahwa upaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Penanaman pohon di bantaran sungai bukan hanya berkaitan dengan penghijauan, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta secara bersama-sama melakukan penanaman bibit bambu di kawasan bantaran sungai sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan Kabupaten Aceh Tamiang.
Bagi STAI Aceh Tamiang, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dengan berbagai pihak sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang kemahasiswaan, sosial, lingkungan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan semacam ini, STAI Aceh Tamiang berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki kepedulian, tanggung jawab sosial, semangat gotong royong, serta kesadaran untuk ikut menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Gerakan menjaga lingkungan bukan hanya tentang menanam pohon hari ini, tetapi tentang menanam harapan untuk masa depan Aceh Tamiang yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan.